SOPPENG Viralnews84.com – minggu 5/7/2026 Proyek pembangunan rabat beton dan talus di Desa Maccile, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, dengan nilai anggaran Rp260.518.403 yang bersumber dari SILPA DDS 2025, kini menjadi sorotan masyarakat. Meski berdasarkan papan informasi proyek dikerjakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan baru berusia sekitar satu bulan, kondisi fisik jalan dilaporkan sudah mulai mengalami retak di sejumlah titik serta permukaannya tampak berdebu dan mudah terkelupas saat digosok.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas pekerjaan yang dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digunakan. Warga menilai proyek yang seharusnya mampu bertahan dalam jangka panjang justru menunjukkan gejala kerusakan pada usia yang masih sangat dini.
Masyarakat menegaskan bahwa transparansi tidak cukup hanya dengan memasang papan informasi proyek. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, mutu material, dan mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Lemahnya pengawasan dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan juga menjadi sorotan. Menurut warga, fungsi pengawasan seharusnya mampu mencegah potensi pekerjaan yang tidak sesuai standar, bukan hanya menjadi formalitas administrasi. Jika hasil pekerjaan memang sudah menunjukkan retak dan berdebu dalam waktu singkat, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaksanaan proyek.
Karena itu, masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat Kabupaten Soppeng, serta pemerintah daerah terkait untuk melakukan audit total terhadap proyek tersebut. Audit diharapkan tidak hanya memeriksa dokumen administrasi, tetapi juga menguji kualitas konstruksi di lapangan, kesesuaian volume pekerjaan, mutu material, serta pelaksanaan yang mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis.
Warga berharap apabila dalam proses audit ditemukan adanya pelanggaran, penyimpangan, atau unsur perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian keuangan negara, maka seluruh pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menyatakan pekerjaan telah sesuai standar, maka hasil audit tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas.
Proyek infrastruktur desa pada dasarnya dibangun menggunakan uang rakyat. Oleh sebab itu, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang, bukan justru menimbulkan pertanyaan karena kerusakan yang muncul ketika usia pekerjaan masih sangat muda.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Desa Maccile, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), maupun instansi teknis terkait mengenai penyebab munculnya retakan dan kondisi permukaan rabat beton yang disebut warga mulai berdebu. Masyarakat berharap pihak-pihak terkait segera memberikan penjelasan serta mengambil langkah perbaikan apabila memang ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Penulis: Masryadi haya

0 Komentar