Dalam aksi tersebut, massa sempat memblokade ruas jalan dan duduk di badan jalan sambil menunggu kehadiran perwakilan Pemerintah Kabupaten Soppeng. Aparat kepolisian tampak bersiaga untuk melakukan pengamanan serta mengatur arus lalu lintas agar situasi tetap kondusif.
Melalui orasi, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah slogan "Soppeng Setara" yang pernah digaungkan sebagai janji politik saat masa kampanye. Menurut mereka, slogan tersebut belum tercermin dalam kondisi nyata yang dirasakan masyarakat. Berbagai persoalan yang masih terjadi menjadi alasan mahasiswa mempertanyakan komitmen pemerintah dalam merealisasikan janji tersebut.
"Ketika mahasiswa kembali turun ke jalan, itu menjadi sinyal bahwa masih ada persoalan yang dinilai belum terselesaikan dan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah," demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Di tengah aksi, anggota DPRD Kabupaten Soppeng dari Fraksi Golkar, Hadi Wijaya, hadir menemui massa. Ia mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa dan membuka ruang dialog. Kehadirannya dinilai mampu meredam ketegangan sehingga aksi tetap berlangsung aman hingga selesai.
Aksi berakhir sekitar pukul 17.45 Wita. Sebelum membubarkan diri, mahasiswa memberikan ultimatum kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng agar segera menindaklanjuti tuntutan yang telah disampaikan. Mereka menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada respons maupun langkah konkret dari pemerintah daerah, mahasiswa akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.
Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar lokasi tetap aman di bawah pengamanan aparat kepolisian.
Penulis: Masryadi haya/Red

0 Komentar