SOPPENG SULSEL – Viralnews84.com Senin 13/7/2026. Musim kemarau yang melanda Kabupaten Soppeng mulai memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian. Hampir di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng mengalami kekeringan, terutama areal persawahan yang mengandalkan pasokan air dari saluran irigasi.
Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah berada di TIMPALAJA, Desa PATTOJO, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar sawah mulai mengering akibat tidak adanya pasokan air ke saluran irigasi.
Kondisi tersebut membuat para petani semakin terdesak. Di tengah sulitnya memperoleh air, mereka juga dihadapkan pada kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang selama ini digunakan untuk mengoperasikan pompa air sebagai alternatif mengairi sawah.
Di sisi lain, program listrik masuk sawah yang sebelumnya menjadi salah satu visi - misi Pemerintah Kabupaten Soppeng dinilai belum menjangkau seluruh kawasan pertanian. Akibatnya, tidak semua petani memiliki pilihan untuk menggunakan pompa air listrik sebagai pengganti mesin berbahan bakar gas.
Salah seorang petani di TIMPALAJA, KABBE, mengaku pasrah melihat kondisi sawah yang mulai mengering. Ia khawatir musim tanam kali ini akan berakhir dengan gagal panen apabila tidak ada langkah cepat dari pemerintah.
"Sepertinya panen kali ini sangat sulit mendapatkan hasil. Apa yang harus kami lakukan? Ke mana kami harus mengadu? Semoga pemerintah ada sedikit perhatian atau solusi terbaik untuk kami para petani," ujar KABBE dengan nada sedih.
Para petani berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret, seperti penyaluran bantuan pompa air, penyediaan pasokan gas elpiji 3 kilogram bagi petani, percepatan perluasan jaringan listrik ke area persawahan, hingga upaya penyediaan sumber air darurat untuk menyelamatkan tanaman padi yang masih bisa dipertahankan.
Masyarakat menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Jika kekeringan terus berlanjut tanpa penanganan, bukan hanya petani yang mengalami kerugian, tetapi juga berpotensi memengaruhi produksi pangan di Kabupaten Soppeng.
Kini harapan para petani tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng agar segera turun ke lapangan melihat langsung kondisi yang mereka alami serta menghadirkan solusi nyata. Bagi petani, setiap hari tanpa air berarti semakin besar ancaman gagal panen dan hilangnya sumber penghidupan mereka.
Penulis: Masryadi haya

0 Komentar