Peringatan ini pertama kali ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1993, sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip kebebasan pers dan untuk mengenang para jurnalis yang gugur dalam menjalankan tugasnya. Tahun ini, tema global yang diangkat menyoroti pentingnya integritas informasi di era kecerdasan buatan dan derasnya arus digitalisasi.
Di Indonesia, Hari Pers Sedunia menjadi refleksi bersama bagi insan media untuk terus menjaga profesionalisme, independensi, dan etika jurnalistik. Pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pilar keempat demokrasi yang berperan mengawasi jalannya pemerintahan serta memperjuangkan kepentingan publik.
Seiring berkembangnya teknologi digital, media dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari maraknya hoaks, disinformasi, hingga tekanan terhadap kebebasan berekspresi. Kondisi ini menuntut jurnalis untuk semakin adaptif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang.
Ketua pengamat PERS kolaka (KPPK) Abdullah Simon SH, menyampaikan bahwa Hari Pers Sedunia harus menjadi pengingat bagi seluruh insan pers untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan serta menjaga kepercayaan publik. “Pers yang kuat adalah pers yang independen, berintegritas, dan berpihak pada kebenaran,” ujarnya.
Sementara itu, MASRYADI Pimpinan Redaksi (PIMPRED) Viralnews84.com PT.CHAKRA MEDIA UTAMA mengatakan bahwa peringatan Hari Pers Sedunia bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum evaluasi bagi seluruh jurnalis. “Di tengah derasnya arus informasi digital, kami dituntut untuk lebih selektif, profesional, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Kepercayaan publik adalah aset utama yang harus dijaga,” tegasnya.
Di berbagai daerah, termasuk wilayah Sulawesi. Pulau Jawa, Sumatra, NTT, Kalimantan, Dan Bali. peringatan Hari Pers Sedunia diisi dengan diskusi publik, pelatihan jurnalistik, hingga kampanye literasi media. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah informasi serta mendukung ekosistem media yang sehat.
Momentum Hari Pers Sedunia 2026 diharapkan menjadi titik penguatan komitmen bersama antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab. Dengan pers yang bebas dan profesional, diharapkan informasi yang beredar di tengah masyarakat tetap kredibel, mencerdaskan, dan mampu menjadi penyeimbang di era informasi yang serba cepat.
Redaksi VN

0 Komentar