Diduga Ada “Permainan Telepon” dalam Pembagian Anggaran Media Desa Labae.

SOPPENG Viralnews84.com Polemik anggaran media di Desa Labae, kecamatan citta, kabupaten soppeng, kembali menjadi sorotan setelah muncul keluhan dari sejumlah insan pers terkait dugaan pembagian anggaran yang tidak merata dan terkesan pilih kasih.

Selasa 12/05/2026, Salah satu jurnalis yang mendatangi kantor Desa Labae untuk menyetor laporan pertanggungjawaban (LPJ) mengaku kecewa atas pernyataan staf bagian umum desa Labae yang menyebut anggaran media tahun 2026 telah habis.

Padahal, beberapa bulan sebelumnya saat sejumlah media memasukkan permohonan kerja sama, pihak desa disebut pernah menyampaikan bahwa anggaran media akan “dikondisikan” agar seluruh media yang memasukkan permohonan bisa mendapatkan bagian secara merata.

Namun fakta di lapangan dinilai berbanding terbalik. Saat hendak menyetor LPJ, staf bagian umum justru mempertanyakan apakah wartawan tersebut sudah lebih dulu melakukan komunikasi melalui telepon.

Pernyataan itu memunculkan dugaan adanya mekanisme tidak resmi dalam pencairan anggaran media. Sejumlah pihak menduga media yang lebih dahulu melakukan komunikasi lewat telepon justru diprioritaskan, sementara media yang datang langsung membawa berkas resmi malah tidak mendapat bagian.

“Kalau memang benar harus menelepon dulu baru diprioritaskan, lalu apa gunanya prosedur resmi memasukkan permohonan dan LPJ? Jangan sampai ada kesan hanya media tertentu yang diakomodir,” ujar salah satu jurnalis dengan nada kecewa.

Kondisi ini memicu kritik keras terhadap transparansi pengelolaan anggaran media di Desa Labae. Dugaan adanya “permainan belakang layar” hingga praktik pilih kasih dinilai dapat mencederai hubungan kemitraan antara pemerintah desa dan insan pers.

Insan pers menegaskan bahwa seluruh media yang telah memasukkan proposal dan memenuhi administrasi memiliki hak yang sama untuk diperlakukan secara adil tanpa harus melalui jalur komunikasi tertentu.

“Jangan ada permainan kotor. Jangan bedakan media yang satu dengan yang lain. Semua wartawan yang sudah memasukkan permohonan resmi berhak mendapatkan perlakuan yang sama,” tegas salah satu awak media.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Labae belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan ketidakmerataan anggaran media tersebut.



Penulis: Masryadi haya


Penulis: Masryadi haya

0 Komentar

Posting Komentar