Manfaatkan Limbah PLTU, Lapas Pangkalpinang Sulap Kompos Bernilai Ekonomi Tinggi

PANGKALPINANGViralnews84.comLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus membuktikan komitmennya dalam memberikan pembinaan kemandirian yang produktif bagi Warga Binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Green Soil Bangka Tengah, Jumat (17/4).

Kerja sama ini berfokus pada produksi kompos dan pembenah tanah yang memiliki nilai ekonomis dan siap bersaing di pasar. Dalam pelaksanaannya, Lapas Pangkalpinang juga menggandeng PLTU 3 Bangka dengan memanfaatkan fly ash, limbah non-B3 hasil pembakaran batu bara, sebagai bahan dasar pengolahan kompos.

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi dalam memperkuat pembinaan berbasis kemandirian sekaligus pemberdayaan ekonomi yang ramah lingkungan.

“PKS ini merupakan komitmen nyata kami untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan, sehingga hasil pembinaan mampu menghasilkan produk bernilai jual dan siap bersaing di pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui sinergi dengan Green Soil, Warga Binaan tidak hanya terlibat dalam proses produksi, tetapi juga mendapatkan pemahaman menyeluruh mulai dari pengolahan bahan hingga pemasaran produk.

Sementara itu, Ketua UMKM Green Soil Bangka Tengah, Junaidi, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dalam kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung program pembinaan di Lapas.

“Kami optimistis produk kompos dan pembenah tanah hasil pembinaan ini memiliki kualitas yang baik dan mampu menembus pasar masyarakat Kepulauan Bangka Belitung hingga luar daerah,” ungkapnya.

Penandatanganan PKS ini turut disaksikan oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Dian Artanto, Kapolsek Gerunggang Ivan Donny, Camat Gerunggang Richard Syam, serta rekan insan pers.

Melalui kerja sama ini, diharapkan pembinaan kemandirian Warga Binaan semakin meningkat, sekaligus menghasilkan produk kompos dan pembenah tanah yang bernilai ekonomi tinggi serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas. 



Laporan: Nur & Yenni lestari

0 Komentar

Posting Komentar