SOPPENG SULSEL-Viralnews84.com kamis 5 Maret 2026. Sejumlah jurnalis di Kabupaten Soppeng menyoroti mekanisme kerja sama atau langganan publikasi media yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Kabupaten Soppeng. Pasalnya, beberapa media mengaku belum mendapatkan kesempatan bermitra meskipun selama ini aktif melakukan peliputan dan menyajikan informasi kepada masyarakat.
Media selama ini dikenal sebagai penyambung informasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, jurnalis berharap proses kerja sama media dapat dilakukan secara terbuka, profesional, dan memberi kesempatan yang sama kepada media yang memenuhi persyaratan.
Namun di lapangan, sejumlah pengelola media mengaku menghadapi situasi yang cukup rumit. Ada yang menyebut harus melalui beberapa tahapan komunikasi atau bertemu dengan pihak tertentu terlebih dahulu sebelum dapat dipertimbangkan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan insan pers mengenai transparansi dan mekanisme yang sebenarnya diterapkan.
Seorang wartawan senior angkat bicara yang ditemui di sela kegiatan buka puasa bersama menegaskan, bahwa sorotan ini bukanlah bentuk kecemburuan terhadap media lain yang telah lebih dulu terakomodasi.
“Kami tidak iri kepada teman-teman media yang sudah bekerja sama. Yang kami harapkan hanya transparansi, keterbukaan, dan kejujuran dalam prosesnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai tersebut sejalan dengan semangat kejujuran dan keberanian yang pernah disampaikan oleh tokoh bangsa seperti "TAN MALAKA" yang dikenal dengan prinsip perjuangannya: Lebih baik Menderita daripada Tunduk pada kekuasaan yang tidak benar. Prinsip tersebut sering dijadikan refleksi moral bahwa keberanian menyuarakan kebenaran merupakan bagian dari tanggung jawab sosial.
Insan pers juga mengingatkan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin kemerdekaan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial serta menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Pers adalah mitra pemerintah sekaligus penyambung suara rakyat. Jika ruang bagi pers terasa semakin sempit atau dipersulit, tentu ini menjadi bahan refleksi bersama, agar komunikasi antara pemerintah dan media dapat berjalan lebih sehat,” kata wartawan senior yang ingin namanya dirahasiakan.
Meski demikian, beliau juga mengakui bahwa dalam setiap profesi selalu ada oknum yang melakukan kesalahan. Namun menurut beliau, hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengucilkan wartawan secara umum atau merusak tatanan organisasi profesi.
insan pers di kabupaten Soppeng berharap adanya dialog terbuka antara pemerintah daerah dan komunitas media agar mekanisme kerja sama dapat berjalan lebih transparan, profesional, dan tetap menjunjung tinggi prinsip keterbukaan informasi bagi masyarakat.
Penulis: Masryadi haya

0 Komentar