SOPPENG SULSEL-Viralnews84.com Antusiasme masyarakat Lawara dalam menyambut bulan suci Ramadan begitu terasa. Warga bahu-membahu memperbaiki pos ronda atau tempat berkumpul yang biasa digunakan masyarakat untuk menunggu waktu sahur. Kegiatan gotong royong ini berlangsung penuh semangat dan menjadi bukti kuatnya kebersamaan warga di wilayah Lawara, Desa Rompegading, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng.
Kekompakan masyarakat Lawara patut diapresiasi. Tidak hanya warga yang menetap, anak-anak Lawara yang merantau pun ikut ambil bagian sebagai donatur Ramadan. Bantuan mengalir dari berbagai daerah seperti Morowali, Makassar, Kalimantan, bahkan dari luar provinsi seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Polewali Mandar (Polman). Donasi tersebut digunakan untuk memperbaiki fasilitas pos ronda agar lebih layak digunakan masyarakat selama bulan suci.
Sosok yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah ABBAS, warga yang ditunjuk sebagai tukang utama dalam proses perbaikan. Ia bekerja dibantu masyarakat secara gotong royong. Meski pun dikenal hidup tampa seorang pendamping tapi ABBAS tetap menunjukkan semangat luar biasa demi kepentingan masyarakat Lawara dan keluarganya. Ketulusannya menuai simpati warga karena tetap mengabdi tanpa pamrih di tengah keterbatasan hidup.
“Yang penting bisa bermanfaat untuk kampung,” ujar ABBAS di depan awak media Senin 16/2/2026.
Langkah masyarakat Lawara ini menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong. Tanpa campur tangan pemerintah, warga mampu menghadirkan perubahan melalui swadaya dan solidaritas. Namun kondisi ini sekaligus menjadi kritik terbuka: pemerintah jangan hanya menjadi penonton. Semangat masyarakat seharusnya disambut dengan dukungan nyata, bukan sekadar apresiasi tanpa aksi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah lebih hadir dalam mendukung fasilitas umum dan kegiatan sosial di desa. Jangan sampai kekompakan warga berjalan sendiri tanpa perhatian dan kebijakan yang berpihak.
Apa yang dilakukan warga Lawara bukan sekadar memperbaiki pos ronda, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial menjelang Ramadan. Sebuah teladan bahwa kekuatan masyarakat bisa menjadi fondasi pembangunan, namun kehadiran pemerintah tetap dibutuhkan agar gerakan baik seperti ini terus tumbuh dan memberi manfaat yang lebih luas.
Penulis: Masryadi haya


0 Komentar