Ramadan Bukan Sekadar Formalitas: Warga Soppeng Desak Kejelasan Sikap Soal MBG

Foto Animasi

SOPPENG SULSEL-Viralnews84.com Kamis 12/2/2026. Isu terkait kemungkinan tetap berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan mulai memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat Kabupaten Soppeng. Sejumlah warga menyuarakan agar pemerintah tidak menutup mata terhadap sensitivitas keagamaan yang hidup dan mengakar kuat di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini.

Bagi umat Muslim, Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum sakral untuk menahan diri, memperkuat spiritualitas, serta menjaga suasana yang penuh penghormatan terhadap ibadah puasa. Karena itu, muncul pertanyaan publik: apakah pelaksanaan program pembagian makanan di siang hari saat Ramadan sudah mempertimbangkan nilai-nilai tersebut?

Beberapa tokoh masyarakat menegaskan bahwa aspirasi ini bukan bentuk penolakan terhadap program negara. Mereka mengakui bahwa MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi dan kesejahteraan generasi muda. Namun mereka menilai, kebijakan yang baik tetap harus disertai kebijaksanaan dalam pelaksanaannya.

“Negara hadir untuk rakyat, dan rakyat di Soppeng mayoritas menjalankan ibadah puasa. Maka sudah sewajarnya ada penyesuaian teknis agar tidak menimbulkan kesan kurang menghargai suasana Ramadan,” ujar salah satu perwakilan warga.

Masyarakat juga berharap para pemuka agama dan tokoh adat di Kabupaten Soppeng dapat memberikan pandangan yang jernih dan menyejukkan, sehingga persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik yang memecah belah.

Di sisi lain, pemerintah memiliki tanggung jawab menjalankan program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, solusi yang dinilai paling bijak adalah komunikasi terbuka dan transparan kepada publik, termasuk kemungkinan penyesuaian jadwal distribusi atau mekanisme lain yang tetap menghormati nilai keagamaan tanpa mengurangi substansi program.

Warga menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah kejelasan resmi, bukan asumsi atau spekulasi. Transparansi akan mencegah kesalahpahaman serta menjaga stabilitas sosial selama bulan suci.

Ramadan adalah bulan persatuan, bukan bulan perdebatan. Karena itu, semua pihak pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat – diharapkan dapat duduk bersama, mencari titik temu, dan memastikan bahwa kebijakan publik berjalan selaras dengan nilai moral serta kepekaan sosial masyarakat Soppeng.



Penulis: Masryadi haya

0 Komentar

Posting Komentar