KOLAKA SULTRA- Viralnews84.com Banjir melanda Wolulu, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Minggu, 22 Februari 2026. Hujan deras yang mengguyur selama satu hari satu malam menyebabkan genangan air merendam kawasan permukiman hingga badan jalan utama.
Parahnya, banjir terjadi di jalur vital jalan poros Kolaka–Bombana, yang merupakan akses utama penghubung antarwilayah. Hampir seluruh badan jalan tergenang air, membuat arus transportasi lumpuh total dan menghambat mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.
Air bahkan masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Banyak warga terpaksa mengungsi sementara ke tempat yang lebih tinggi, sementara sebagian lainnya bertahan di rumah sambil menyelamatkan barang-barang berharga. Perabotan rumah tangga banyak yang terendam, menambah kerugian masyarakat.
Kondisi jalan yang berubah seperti sungai membuat kendaraan roda dua kesulitan melintas.
Ratusan hektar sawah terendam, besar kemungkinan mengalami gagal panen. Lebih memprihatinkan, padi yang siap panen ikut terendam banjir. Akibat bencana ini diperkirakan kurang lebih ratusan juta kerugian masyarakat khususnya yang terkena dampak banjir.
Aktivitas ekonomi masyarakat pun terhenti, karena warga tidak bisa bekerja, berdagang, maupun bepergian seperti biasa.
“Semoga airnya cepat surut supaya kami bisa beraktivitas kembali,” ujar seorang warga kepada Tim Viralnews84.com
Mereka berharap banjir segera berlalu agar kehidupan bisa kembali normal.
Di tengah kondisi sulit ini, masyarakat juga berharap perhatian serius dari pemerintah, terutama bantuan darurat seperti air bersih, kebutuhan pokok, dan layanan kesehatan. Hingga kini, warga mengaku masih bertahan dengan kemampuan sendiri.
Banjir yang merendam puluhan rumah warga dan jalur poros Kolaka–Bombana ini kembali menjadi pengingat lemahnya penanganan infrastruktur dan drainase di wilayah tersebut. Warga menilai pemerintah seharusnya tidak menunggu kejadian berulang baru bertindak. Perbaikan sistem drainase, normalisasi saluran air, dan langkah antisipasi banjir sudah seharusnya menjadi prioritas, bukan sekadar janji setiap musim hujan.
Masyarakat Wolulu berharap pemerintah tidak hanya hadir saat bencana menjadi sorotan, tetapi benar-benar turun dengan solusi nyata. Sebab bagi warga, banjir bukan sekadar genangan air, melainkan penderitaan yang terus berulang tanpa kepastian penyelesaian.
Laporan: heruddin Biro VN Sutra


0 Komentar