Proyek Bendungan Wulonggere Jadi Teka-Teki Gelap: Anggaran “Dihilangkan”, Pengawasan Seperti Mati Total

KOLAKA-Viralnews84.com jum'at 28/11/2025. Proyek pembangunan bendungan di Desa Wulonggere, Kecamatan Polinggona, Kabupaten Kolaka, kini berubah menjadi titik paling gelap dalam pengelolaan proyek negara. Papan proyek berdiri gagah dengan sederet nama besar PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai kontraktor, PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) sebagai konsultan, plus label besar APBN.


Tetapi ada satu fakta yang menusuk logika publik, Nilai anggaran sengaja tidak ditampilkan. Kosong. Tidak ada.


Untuk proyek sebesar ini, ketiadaan angka anggaran bukan lagi sekadar kelalaian ini dianggap publik sebagai bentuk pengaburan yang sangat brutal terhadap transparansi anggaran negara.


Ironisnya, proyek yang penuh kejanggalan ini berdiri tepat di depan kantor Kecamatan Polinggona, namun tidak ada suara, tidak ada reaksi, tidak ada koreksi. Pengawasan yang seharusnya hidup justru terlihat tumbang tanpa perlawanan.




Lebih membingungkan lagi, papan proyek mencantumkan adanya pendampingan Kejaksaan. Tetapi di lapangan, masyarakat menilai pendampingan ini seperti bayangan ada namanya tapi tidak terasa wujudnya.

Seolah-olah seluruh sistem pengawasan sedang tertidur dalam diam yang memekakkan. Masyarakat mulai berbicara blak-blakan, Bagaimana mungkin proyek APBN bisa dibiarkan tanpa angka anggaran? Kata warga. 

Mengapa institusi yang seharusnya berada di garda depan pengawasan justru terlihat seperti menghilang dari tanggung jawab? Dan bagaimana mungkin pelanggaran seterang matahari bisa lewat begitu saja tanpa teguran?


Warga menilai kondisi ini sebagai luka serius dalam pengelolaan proyek negara, sebuah situasi yang menciptakan ketidakpercayaan, kecurigaan, dan rasa bahwa ada sesuatu yang sengaja ditutup-tutupi.


Kini publik menuntut, bukan sekadar klarifikasi, tetapi penyikapan tegas. Masyarakat meminta semua pihak terkait untuk muncul, bicara, dan memulihkan kepercayaan rakyat sebelum kecurigaan berubah menjadi kemarahan yang lebih besar.


Proyek bendungan ini tidak boleh dibiarkan menjadi monumen kebisuan, sementara pertanyaan publik terus menggema tanpa jawaban.




Penulis:Masryadi