MUBESDA IWO SERENTAK SE-SULAWESI SELATAN DI WAJO BERLANGSUNG SUKSES, BUPATI ANDI ROSMAN: PEMERINTAH BUTUH KRITIKAN PERS

WAJO | Viralnews84.com — Musyawarah Besar Daerah (MUBESDA) IWO serentak se-Sulawesi Selatan berlangsung aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Wajo, Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini dihadiri sejumlah Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) dari berbagai kabupaten/kota, Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWO Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir, S.E., M.AP, serta sejumlah undangan dari unsur pemerintah daerah dan insan pers.

Beberapa perwakilan PD IWO yang hadir berasal dari Pinrang, Gowa, Soppeng, Bantaeng, Toraja, Luwu, dan Enrekang. Kehadiran para pengurus tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas organisasi, serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan profesionalisme wartawan online di Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Wajo, H. A. Rosman, unsur Forkopimda, sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wajo, serta rekan-rekan insan pers lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Wajo, H. A. Rosman, menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan komunikasi dan informasi yang baik kepada masyarakat.

“Tanpa teman-teman media, pemerintahan akan sulit berkembang, karena media adalah pembuka ruang hidup,” ungkapnya dalam sambutan.

Bupati juga menyampaikan kesiapannya menerima kritik dari insan pers. Baginya, kritik bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan bagian penting dari proses evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan dan mendorong kemajuan daerah.

“Siap menerima kritikan, karena tanpa kritikan, jangan harap daerah itu bisa maju,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari para peserta yang hadir. Sikap terbuka terhadap kritik dinilai menjadi salah satu bentuk komitmen dalam membangun pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Jabatan Bukan Alasan Merasa Paling Pintar, Tak hanya berbicara tentang peran media, Bupati Wajo juga menyampaikan pesan mengenai kepemimpinan dan hubungan antara atasan dengan bawahan dalam lingkungan pemerintahan.

Ia mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah dan tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk merasa paling benar atau paling pintar dibandingkan orang lain.

“Persoalan jabatan itu sudah takdir. Jadi, jangan pernah berpikir bahwa selamanya atasan lebih pintar dari bawahan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disambut riuh tepuk tangan peserta MUBESDA yang memenuhi Aula Hotel Ayu, tempat berlangsungnya kegiatan. Pesan itu dinilai menekankan pentingnya sikap rendah hati, keterbukaan terhadap masukan, serta penghargaan terhadap kemampuan setiap orang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Slogan “BAMPA SALENG” Menggema di Aula Hotel Ayu

Suasana semakin meriah ketika slogan “BAMPA SALENG” disampaikan dan disambut dengan sorak-sorai serta tepuk tangan para peserta. Antusiasme tersebut menggambarkan suasana kebersamaan dan keakraban yang terbangun dalam kegiatan MUBESDA IWO se-Sulawesi Selatan.

Sejumlah peserta tampak mengangkat jempol sebagai bentuk apresiasi terhadap pesan yang disampaikan Bupati Wajo. Sebagian peserta juga mengungkapkan kekaguman mereka terhadap gaya kepemimpinan yang dinilai terbuka terhadap kritik dan tidak menempatkan jabatan sebagai ukuran mutlak kemampuan seseorang.

Bagi insan pers yang hadir, pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan pemerintah dan media idealnya dibangun melalui komunikasi yang terbuka, saling menghormati, serta keberanian menyampaikan fakta demi kepentingan masyarakat.

Pelaksanaan MUBESDA IWO serentak se-Sulawesi Selatan di Kabupaten Wajo diharapkan tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat peran wartawan online dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pers memiliki fungsi strategis sebagai penyampai informasi, pengawas sosial, sekaligus jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, keterbukaan pemerintah terhadap kritik menjadi salah satu unsur penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dengan berlangsungnya kegiatan secara aman dan lancar, MUBESDA IWO di Wajo diharapkan mampu mempererat persaudaraan antarpengurus daerah serta memperkuat komitmen bersama untuk menjaga profesionalisme, independensi, dan integritas jurnalistik.

Pesan Bupati Wajo tentang pentingnya kritik dan keterbukaan menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan tersebut. Sebab, kemajuan daerah tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga keberanian untuk mendengar, mengevaluasi, dan memperbaiki kekurangan demi kepentingan masyarakat luas.


Penulis: Masryadi haya

0 Komentar

Posting Komentar