MAKASSAR- Viralnews84.com Polemik yang menyeret nama Bupati Gowa kian memanas dan memasuki babak baru. Di tengah derasnya arus isu yang berkembang di ruang publik, Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI), Salim Djati Mamma, mengambil langkah terbuka dengan mengundang langsung Bupati Gowa untuk hadir dalam program “Lensa Bung Salim” di 55 TV.
Langkah ini dinilai sebagai upaya menghadirkan ruang klarifikasi yang transparan dan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat. Bukan sekadar dialog biasa, program tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menjawab berbagai pertanyaan publik yang terus berkembang.
“Ketika isu sudah berkembang dan menjadi konsumsi publik, maka klarifikasinya juga harus dilakukan secara terbuka,” ujar Salim, Rabu (29/4/2026).
Nama Bupati Gowa menjadi sorotan setelah munculnya isu terkait dugaan relasi pribadi dengan seorang pria yang disebut sebagai konsultan politik. Isu tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform dan memicu perbincangan luas di tengah masyarakat.
Dalam sejumlah pemberitaan, Bupati Gowa telah memberikan bantahan tegas. Ia menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak benar dan tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan, isu tersebut disebut sebagai bentuk fitnah yang menyerang ranah pribadi.
Meski demikian, bantahan tersebut belum sepenuhnya meredakan dinamika di masyarakat. Desakan dari mahasiswa dan sejumlah elemen warga Kabupaten Gowa terus menguat, mendorong adanya pembuktian yang lebih konkret atas isu yang beredar.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai bahwa persoalan ini telah menyentuh aspek kehormatan dan kredibilitas, sehingga membutuhkan kejelasan yang lebih tegas dan terukur.
“Kalau memang tidak benar, maka pembuktian adalah jalan paling objektif untuk mengakhiri polemik,” tegas Salim.
Ia juga menyoroti fenomena yang kerap terjadi di era informasi cepat, di mana isu berkembang luas, bantahan disampaikan, namun proses pembuktian belum dilakukan secara terbuka. Kondisi ini dinilai dapat memperluas tafsir publik dan menimbulkan ketidakpastian.
Dalam situasi tersebut, publik dihadapkan pada arus informasi yang terus bergerak tanpa kepastian yang jelas. Oleh karena itu, kehadiran ruang klarifikasi terbuka menjadi penting untuk memberikan jawaban langsung dari pihak yang bersangkutan.
Melalui program “Lensa Bung Salim”, PERJOSI menegaskan komitmennya terhadap prinsip-prinsip jurnalisme, seperti keberimbangan, verifikasi, dan pemberian ruang klarifikasi bagi semua pihak.
“Pers tidak berada pada posisi menghakimi. Tugas pers adalah membuka ruang, menghadirkan pertanyaan, dan memberi kesempatan kepada publik untuk mendengar langsung jawabannya,” jelasnya.
Polemik ini juga dinilai tidak hanya berdampak pada individu, tetapi turut memengaruhi persepsi publik terhadap institusi pemerintahan. Sejumlah laporan bahkan menyebut bahwa isu tersebut telah merambah ke lingkungan internal, meskipun belum ada proses hukum yang menguji kebenaran seluruh narasi yang beredar.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi terkait waktu pelaksanaan maupun kesiapan kehadiran dari pihak Bupati Gowa. Namun, perhatian publik terus meningkat seiring berkembangnya isu.
Sebagian masyarakat menunggu klarifikasi langsung dari sumber utama, sementara perbincangan di ruang publik masih terus berlangsung tanpa adanya pembuktian formal.
Kini, polemik tidak lagi hanya berfokus pada isi isu, melainkan juga pada bagaimana isu tersebut dijawab secara terbuka. Program “Lensa Bung Salim” hadir sebagai titik temu antara pertanyaan publik dan jawaban langsung dari pihak yang menjadi sorotan.
“Publik tidak hanya membutuhkan bantahan, tetapi juga kepastian,” tutup Salim.
Dengan dibukanya ruang klarifikasi ini, arah polemik diharapkan mengerucut pada satu hal, yakni jawaban yang transparan di hadapan publik. Apakah undangan tersebut akan dipenuhi atau justru menambah panjang daftar pertanyaan, masih menjadi tanda tanya. Namun yang jelas, sorotan kini tertuju pada keberanian untuk memberikan penjelasan secara terbutim
Sumber: Tim Perjosi

0 Komentar