SOPPENG SULSEL-Viralnews84.com Pernyataan Bupati Soppeng yang meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM justru berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Hingga kini, warga mengeluhkan kelangkaan bensin yang semakin sulit didapatkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Soppeng.
Kelangkaan tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, khususnya para petani. Sejumlah warga mengaku kesulitan mengangkut hasil panen gabah dari sawah akibat terbatasnya pasokan bensin.
“Banyak gabah tertahan di sawah karena tidak ada bensin untuk angkut. Kalau pun ada, harus beli eceran dengan harga mahal,” ungkap salah seorang warga.
Padahal, secara resmi kuota BBM dari Pertamina disebut tidak mengalami pengurangan, bahkan harga juga tidak mengalami kenaikan. Namun fakta di lapangan menunjukkan distribusi BBM belum berjalan normal.
Selain sulit ditemukan di SPBU, BBM jenis bensin juga marak dijual secara eceran dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga resmi. Kondisi ini semakin membebani masyarakat, terutama kalangan petani dan pelaku usaha kecil.
Masyarakat pun mempertanyakan penyebab kelangkaan tersebut, mengingat tidak ada kebijakan pengurangan kuota maupun kenaikan harga. Dugaan adanya kendala distribusi hingga praktik penimbunan oleh oknum pun mencuat.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengawasan dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar serta tepat sasaran.
“Kami minta pemerintah serius menstabilkan BBM di Bumi Latemmamala. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi kelangkaan bensin masih dirasakan di sejumlah titik di Kabupaten Soppeng dan belum ada penjelasan resmi terkait penyebab utama terganggunya pasokan di lapangan.
Penulis: Masryadi haya

0 Komentar