SOPPENG SULSEL-Viralnews84.com Kondisi infrastruktur penghubung antar wilayah kembali menuai sorotan. Jembatan miring yang menghubungkan Desa Kebo dengan Kelurahan Macaranre, Kecamatan lilirilau, kabupaten soppeng, Sulawesi Selatan, kini dinilai sangat mengkhawatirkan oleh masyarakat.
Jembatan yang sebelumnya berdiri kokoh tersebut dilaporkan mulai miring akibat terjangan banjir yang terjadi hampir setiap tahun, sehingga memicu kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan.
Tak hanya jembatan, kondisi jalan penghubung antara Desa Kebo dan Sumpang Jeruk juga memprihatinkan. Jalan tersebut dipenuhi kerusakan, berlubang, dan berlumpur di sejumlah titik. Warga menilai ruas jalan itu seolah sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan pemerintah.
Tim media investigasi yang menelusuri langsung jalur tersebut menemukan fakta bahwa jarak sekitar 3 kilometer dari Sumpang Jeruk menuju Desa Kebo harus ditempuh hingga 30 menit, terutama saat musim hujan.
Kondisi ini sangat menyulitkan mobilitas warga, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun akses layanan kesehatan. Padahal, jalan penghubung Desa Kebo–Sumpang Jeruk merupakan jalur alternatif tercepat bagi masyarakat yang hendak menuju Cabbeng, khususnya kendaraan roda empat.
Kerusakan jalan dan kemiringan jembatan membuat banyak pengendara terpaksa mencari rute lain yang lebih jauh dan memakan waktu.
Masyarakat setempat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait agar segera bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan, perbaikan darurat, serta merencanakan penanganan permanen terhadap jembatan dan jalan tersebut.
Warga berharap ada solusi konkret agar akses vital ini dapat kembali aman dan layak dilalui, demi menunjang aktivitas harian dan keselamatan pengguna jalan.
“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan dan kebutuhan hidup masyarakat,” ungkap salah seorang warga kepada tim media, Selasa 6 Januari 2026.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu tindakan nyata dari pemerintah agar infrastruktur penghubung tersebut tidak semakin memburuk dan menimbulkan risiko yang lebih besar di kemudian hari.
Penulis: Masryadi haya/Red


0 Komentar