HUT ke-12 Bidik Nasional Dan Bidik Kasus. Konsolidasi Pers, Tegaskan Peran Media Jaga Demokrasi


SOPPENG SULSEL-Viralnews84.com Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Media Bidik Nasional dan Bidik kasus tidak sekadar seremoni. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi ajang konsolidasi kekuatan pers dan lintas elemen masyarakat dalam menjaga demokrasi serta independensi media di tengah derasnya arus kepentingan.


HUT ke-12 ini berlangsung di Salonro kecamatan lilirilau kabupaten Soppeng, di kediaman bapak ANWAR PATURUSI selaku Pimpinan Redaksi (PIMPRED) Bidik Nasional.


Kehadiran puluhan awak media dari berbagai platform menunjukkan bahwa eksistensi Bidik Nasional dan Bidik Kasus masih diperhitungkan dalam peta media nasional.


Tak hanya insan pers, acara ini juga dihadiri sejumlah toko masyarakat, LSM, aparatur sipil negara, (ASN) kepala desa, hingga jajaran kepolisian dari Polres Soppeng. Kehadiran lintas sektor ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa media masih menjadi pilar penting dalam menjaga kontrol sosial dan keterbukaan informasi publik.

Ketua LSM Lembaga Pemantau Korupsi dan apatur negara (LPKAN) Alfred Surya Pandu, secara tegas menekankan bahwa silaturahmi antar insan pers bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan strategis di tengah maraknya upaya pelemahan peran media.


“Pers harus tetap solid dan saling menguatkan. Tanpa keakraban dan komunikasi yang baik, pers mudah dipecah dan dilemahkan. Padahal pers adalah garda terdepan dalam mengawal kebijakan dan kepentingan rakyat,” ucap Alfred di sela-sela acara tersebut, selasa 20 Januari 2026.



Sikap serupa disampaikan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kamaruddin. Ia menegaskan bahwa wartawan, khususnya media online, tidak boleh kehilangan arah di tengah tekanan kekuasaan, kepentingan ekonomi, dan maraknya informasi menyesatkan.

“Pers harus tetap berdiri tegak, menjaga integritas, dan memperkuat barisan. Jika pers lemah, maka yang terancam adalah masa depan demokrasi dan Indonesia itu sendiri,” tegas Kamaruddin. 



HUT ke-12 Media Bidik Nasional ini menjadi pengingat bahwa pers bukan sekadar penyampai informasi, melainkan alat kontrol sosial yang wajib dijaga independensinya. Di usia ke-12, Bidik Nasional dan Bidik kasus dituntut untuk tetap tajam, kritis, dan berani menyuarakan kebenaran tanpa kompromi. 




Masryadi haya/Red

0 Komentar

Posting Komentar