SOPPENG SULSEL- Viralnews84.com Sekitar 18 kilometer dari jantung Kota Soppeng, tepatnya di Desa Sering, Kecamatan Donri-Donri, kabupaten soppeng. terbentang hamparan kebun jagung yang hijau dan subur. Desa ini dihuni mayoritas masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, dengan jagung sebagai komoditas utama penopang ekonomi warga.
Meski sebagian kecil masyarakat masih menanam padi, namun jagung menjadi pilihan utama karena dinilai paling sesuai dengan kondisi tanah setempat. Batang-batang jagung tumbuh kokoh, tongkolnya besar dan padat, mencerminkan kesuburan lahan serta ketekunan petani yang mengolah tanahnya secara turun-temurun.
Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa hasil jagung menjadi penentu kesejahteraan keluarga.
“Kalau panen jagung bagus, kami bisa tenang. Dari situlah kami mencukupi kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah anak, sampai modal tanam berikutnya,” ujarnya kepada awak media, Selasa 13/1/2026.
"Warga lainnya menambahkan, setiap musim panen tiba, suasana desa berubah menjadi lebih hidup. Jagung hasil panen tampak dijemur di halaman rumah, di pinggir jalan desa, hingga di kebun-kebun warga. Aktivitas tersebut menjadi pemandangan rutin yang menandai roda ekonomi rakyat sedang berputar, ungkapnya"
“Tanah di sini memang cocok untuk jagung. Perawatannya tidak terlalu sulit, tapi hasilnya bisa diandalkan. Makanya kebanyakan warga memilih jagung,” tutur warga lainnya.
Menurut keterangan masyarakat, hasil panen yang melimpah bukan hanya mencukupi kebutuhan harian, tetapi juga menjadi sumber penghasilan utama bagi warga Desa Sering. Jagung dijual ke pengepul, sebagian disimpan untuk cadangan, dan sebagian lagi dijadikan benih untuk musim tanam berikutnya.
Potret Desa Sering hari ini menjadi gambaran nyata petani jagung yang hidup dari hasil keringat sendiri. Kesuburan tanah, kerja keras, dan semangat gotong royong menjadi fondasi utama keberlangsungan ekonomi desa di wilayah Kabupaten Soppeng. Dari ladang jagung inilah, harapan dan masa depan keluarga petani terus tumbuh dan bertahan.
Penulis: Masryadi haya/Red
