PANGKALPINANG | Viralnews84.com — Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali menunjukkan hasil positif dalam program pembinaan kemandirian. Kali ini, dua Warga Binaan berhasil membudidayakan hingga memanen sebanyak 518 kilogram semangka (Citrullus lanatus) dari lahan seluas 160 meter persegi, Senin (7/9/2026).
Kegiatan panen raya tersebut menjadi salah satu wujud nyata komitmen Lapas Pangkalpinang dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan produktif kepada Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengapresiasi inovasi petugas yang terus mendorong keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan pertanian.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan agar Warga Binaan memiliki keterampilan dan pengalaman yang dapat bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Ini bukti program ketahanan pangan yang memberikan dampak nyata. Kami optimistis ke depan hasil panen akan semakin meningkat,” ujar Febie.
Prosesi panen diawali dengan pemetikan simbolis buah semangka yang telah siap panen, kemudian dilanjutkan dengan pemanenan secara menyeluruh.
Meski dilaksanakan secara sederhana, kegiatan tersebut berlangsung penuh kebersamaan. Dengan memanfaatkan lahan seluas 160 meter persegi, dua Warga Binaan mampu mengelola tanaman semangka hingga menghasilkan panen maksimal.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang, Mulsa Afrianto, mengatakan hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menjalankan program kemandirian.
Ia menambahkan, sebagian hasil panen akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi Warga Binaan, sementara sebagian lainnya akan dipasarkan melalui mitra Juwita Buah.
“Selain untuk asupan gizi Warga Binaan, hasil panen ini juga akan kami pasarkan ke mitra Juwita Buah,” jelas Mulsa.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pengolahan Hasil Kerja dan Sarana Kerja, Eko Cahyono, menjelaskan bahwa keberhasilan panen tidak terlepas dari perawatan yang dilakukan secara rutin.
Perawatan tanaman dilakukan mulai dari penyiraman, pemupukan hingga pemantauan pertumbuhan tanaman. Warga Binaan turut dilibatkan dalam setiap tahapan budidaya hingga proses panen.
“Perawatan dilakukan rutin, mulai dari penyiraman hingga pemupukan. Warga Binaan juga ikut terlibat sampai proses panen,” kata Eko.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam menjalankan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin kedelapan mengenai kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan dan peternakan di Lapas maupun Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tersedia.
Keberhasilan panen 518 kilogram semangka ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Lapas Pangkalpinang untuk terus mengembangkan program pembinaan produktif.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga menjadi bekal keterampilan dan kemandirian ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.


0 Komentar