KOLAKA TIMUR, SULTRA | Viralnews84.com — Minggu 30/8/2026. Kelangkaan LPG 3 kilogram mulai dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Kolaka Timur. Kondisi ini bukan lagi sekadar persoalan gas sulit ditemukan, tetapi mulai menyentuh beban ekonomi masyarakat kecil, khususnya ibu rumah tangga.
Sejumlah warga mengaku sudah beberapa minggu merasakan sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram. Salah seorang warga Kelurahan Simbalai, Kecamatan Loea, kabupaten kolaka timur, Sulawesi Tenggara, mengungkapkan bahwa harga LPG di tingkat pangkalan disebut mencapai sekitar Rp23 ribu per tabung.
Namun, ketika masyarakat terpaksa membeli melalui kios pengecer, harganya disebut melonjak menjadi sekitar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp40 ribu per tabung.
Kondisi tersebut tentu menjadi pertanyaan besar. Di mana pengawasan pemerintah dan dinas terkait? Jika masyarakat kecil harus membeli LPG dengan harga yang semakin tinggi, lalu siapa yang memastikan distribusi dan harga LPG bersubsidi tetap berjalan sebagaimana mestinya?
“Sudah beberapa minggu kami merasakan dampaknya. Kalau di pangkalan sekitar Rp23 ribu, tetapi di luar pangkalan harganya bisa Rp30 ribu sampai Rp35 ribu, bahkan ada yang sampai Rp40 ribu,” ujar warga.
Ironisnya, masyarakat yang seharusnya mendapatkan kemudahan justru harus kembali merogoh kantong lebih dalam hanya untuk mendapatkan gas yang menjadi kebutuhan pokok rumah tangga.
Pemerintah jangan sampai baru bergerak setelah persoalan ini viral. Pengawasan seharusnya dilakukan sejak awal, bukan menunggu masyarakat mengeluh berkali-kali atau media memberitakan persoalan tersebut.
Warga Kelurahan Simbalai pun meminta pemerintah daerah dan dinas terkait turun langsung ke lapangan. Jangan hanya mengandalkan laporan di atas meja. Datangi pangkalan, cek distribusi, pantau kios pengecer, dan dengarkan langsung keluhan masyarakat.
“Harapan kami pemerintah turun ke lapangan untuk memantau seluruh pedagang atau kios pengecer. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah setempat,” harapnya.
Masyarakat juga mempertanyakan bagaimana LPG 3 kilogram yang diperuntukkan bagi masyarakat tertentu bisa sampai dijual dengan harga yang begitu tinggi di tingkat pengecer.
Jika memang terdapat persoalan dalam distribusi, masyarakat meminta pemerintah segera mencari akar masalahnya. Namun jika ditemukan adanya pelanggaran dalam penyaluran maupun penjualan, warga berharap jangan ada pembiaran.
Jangan sampai rakyat kecil terus diminta bersabar, sementara pengawasan seolah berjalan lambat.
LPG 3 kilogram adalah kebutuhan sehari-hari masyarakat. Karena itu, persoalan kelangkaan dan tingginya harga tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil.
Pemerintah daerah dan dinas terkait perlu membuktikan bahwa pengawasan benar-benar berjalan. Sebab masyarakat tidak membutuhkan janji dan alasan, tetapi membutuhkan LPG yang tersedia dengan harga yang wajar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah daerah dan dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai kelangkaan serta dugaan tingginya harga LPG 3 kilogram di wilayah Kecamatan Loea.
Reporter: Nasrun song
Redaksi: Masryadi haya

0 Komentar