SOPPENG SULSEL | Viralnews84.com — Selasa 25/8/2026. Kekeringan yang melanda Kabupaten Soppeng semakin memprihatinkan. Persoalan yang awalnya banyak dirasakan para petani kini mulai merambah kebutuhan paling mendasar masyarakat, yakni air bersih.
Sejumlah warga, khususnya di kawasan Jalan Samudra, kecamatan lalabata, kabupaten soppeng, Sulawesi Selatan, mengeluhkan sulitnya memperoleh pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Air dari PDAM juga disebut tidak mengalir secara maksimal. Bahkan, warga yang berinisiatif membeli air dari PDAM masih mengaku kesulitan mendapatkan pasokan.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan setelah sejumlah sumber air, seperti sungai dan sumur warga, mulai mengalami kekeringan. Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa penanganan serius, masyarakat dikhawatirkan akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk minum, memasak, mandi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Pemerintah Jangan Hanya Menunggu Di tengah keluhan masyarakat yang semakin terdengar, muncul pertanyaan: sejauh mana pemerintah daerah hadir menangani krisis air bersih ini?
Pemberitaan mengenai kekeringan dan kesulitan masyarakat mendapatkan air bersih seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah. Jangan sampai pemerintah terkesan tuli terhadap suara masyarakat yang disampaikan melalui media.
Media bukan sekadar tempat memajang berita. Pemberitaan mengenai keluhan warga merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Ketika persoalan yang sama terus diberitakan tetapi tidak terlihat langkah konkret di lapangan, publik tentu berhak bertanya: apakah suara masyarakat benar-benar didengar, atau hanya dianggap angin lalu?
Pemerintah jangan sampai lebih sibuk menghadiri berbagai kegiatan seremonial, foto bersama, peresmian, dan agenda protokoler, sementara di sisi lain masyarakat justru sibuk mencari air untuk memenuhi kebutuhan paling dasar.
Jangan sampai pemerintah hadir ketika kamera menyala, tetapi menghilang ketika masyarakat membutuhkan solusi.
Kritik ini bukan berarti menafikan berbagai program pemerintah. Namun, dalam kondisi darurat seperti kekeringan, masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar seremoni dan pernyataan.
LSM LPKN Desak Langkah Konkret
Ketua LSM LPKN, Alfred Surya Putra Panduu, meminta pemerintah tidak menganggap persoalan kekeringan sebagai masalah biasa.
Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian serius, terlebih ketika sumber air masyarakat mulai mengering.
“Pemerintah harus segera mencari solusi konkret. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi sungai dan sumur yang mulai mengering harus menjadi perhatian serius,” tegas Alfred.
Ia juga meminta pemerintah bersama pihak terkait melakukan pemetaan terhadap wilayah yang terdampak kekeringan dan segera menyiapkan langkah darurat, termasuk pendistribusian air bersih kepada masyarakat.
“Bukan hanya petani yang membutuhkan air. Masyarakat juga membutuhkan air bersih untuk minum, memasak, mandi dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Karena itu, persoalan ini harus segera ditangani secara serius dan terkoordinasi,” pungkasnya.
Kini masyarakat tinggal menunggu satu hal: bukan lagi janji, bukan lagi seremoni, tetapi tindakan nyata.
Sebab ketika sumur mengering, sungai berhenti mengalir dan air bersih sulit diperoleh, masyarakat tidak bisa minum spanduk, tidak bisa memasak dengan seremoni, dan tidak bisa menghilangkan dahaga dengan pidato.
Pemerintah harus turun tangan sebelum krisis air bersih berubah menjadi krisis sosial.
Penulis: Masryadi haya

0 Komentar