Lapas Pangkalpinang Berhasil Tekan Overkapasitas, Kepadatan Hunian Turun 4,23 Persen

PANGKALPINANG, Viralnews84.com| Kamis, 23 Juli 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang berhasil menekan tingkat overkapasitas hunian melalui pemindahan 35 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Kamis (23/7/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pembenahan sistem pemasyarakatan guna menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman, tertib, sehat, dan mendukung peningkatan kualitas pembinaan bagi warga binaan.

Berdasarkan data Lapas Pangkalpinang, jumlah penghuni yang sebelumnya mencapai 827 orang pada Rabu (22/7/2026) kini berkurang menjadi 792 orang. Dengan kapasitas ideal sebanyak 300 orang, penurunan sebanyak 35 warga binaan atau sekitar 4,23 persen tersebut berhasil menekan tingkat kepadatan hunian dari 175,67 persen menjadi 164 persen.

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan bahwa penurunan kepadatan hunian bukan sekadar capaian angka, tetapi merupakan bagian dari komitmen membangun sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan berorientasi pada pembinaan.

Menurutnya, pengurangan jumlah penghuni akan memberikan ruang yang lebih baik bagi warga binaan untuk mengikuti berbagai program pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih optimal.

"Penataan blok hunian, optimalisasi program pembinaan, serta pemenuhan hak-hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), hingga pemberian amnesti menjadi bagian penting dari strategi menyeluruh yang terus kami jalankan," ujar Sugeng.

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan dilakukan secara terukur agar setiap warga binaan dapat hidup, belajar, dan berinteraksi dalam lingkungan yang lebih tertib, sehat, serta berkeadilan.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Pangkalpinang, Andri Febrianto, menjelaskan bahwa penataan hunian dilakukan untuk menciptakan keseimbangan antara aspek keamanan dan pembinaan.

"Dengan penataan blok hunian, kami ingin menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan kondusif. Setiap warga binaan memiliki hak memperoleh pembinaan yang layak dan bermartabat," katanya.

Perubahan tersebut turut dirasakan oleh para warga binaan. Salah seorang WBP berinisial TS mengaku suasana lapas kini terasa lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.

"Sekarang suasananya lebih lega dan tenang. Kami bisa berolahraga, belajar, dan berinteraksi dengan lebih nyaman. Penataan ini membuat kami semakin bersemangat untuk memperbaiki diri," ungkapnya.

Keberhasilan menekan tingkat kepadatan hunian tersebut merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya dalam penyelesaian persoalan overcapacity dan overcrowding secara komprehensif di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan semangat Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel (PRIMA), Lapas Kelas IIA Pangkalpinang berkomitmen terus memperkuat sistem pembinaan berkelanjutan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan, serta mewujudkan pemasyarakatan yang modern, aman, dan humanis sebagai bekal bagi warga binaan untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.


Tim VN

0 Komentar

Posting Komentar