PANGKALPINANG | Viralnews84.com Kompos hasil pembinaan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali membuktikan kualitasnya. Produk pembinaan tersebut berhasil meningkatkan produktivitas tanaman padi hingga menghasilkan panen melimpah di lahan demplot seluas 2.500 meter persegi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Senin (27/7/2026).
Pada panen perdana tersebut, lahan yang ditanami padi varietas Inpari 42 menghasilkan sebanyak 1.215 kilogram gabah kering panen (GKP). Hasil ini menjadi bukti bahwa kompos produksi Lapas Pangkalpinang mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman sekaligus meningkatkan hasil panen petani.
Penerapan kompos dilakukan melalui tiga tahap pemupukan, masing-masing pada 22 Mei, 2 Juni, dan 22 Juni 2026. Metode tersebut menunjukkan hasil yang memuaskan, dengan tanaman tumbuh lebih subur, batang lebih kokoh, serta produktivitas panen yang meningkat.
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng, mengatakan keberhasilan demplot tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan berbagai produk pembinaan yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
"Hari ini kita menyaksikan bahwa kompos hasil karya Warga Binaan telah memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian, khususnya tanaman padi," ujar Sugeng.
Ia menjelaskan, kompos tersebut diproduksi menggunakan bahan fly ash limbah non-B3 hasil pembakaran batu bara dan sebelumnya juga telah berhasil diaplikasikan pada tanaman kelapa sawit di sejumlah wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk pembinaan di Lapas tidak hanya menjadi sarana pemberdayaan Warga Binaan, tetapi juga mampu mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian serta mendorong praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.
"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Pangkalpinang menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kompos produksi Warga Binaan semakin dipercaya dan dimanfaatkan oleh lebih banyak petani di Bangka Belitung," tambah Sugeng.
Ia menegaskan, keberhasilan panen perdana ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk mengukur efektivitas kompos terhadap berbagai jenis tanaman, peningkatan hasil panen, serta kemampuan adaptasinya pada berbagai kondisi lahan pertanian.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, memberikan apresiasi atas inovasi yang terus dikembangkan Lapas Pangkalpinang.
Menurutnya, keberhasilan demplot tersebut membuktikan bahwa program pembinaan kemandirian Warga Binaan mampu menghasilkan karya yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Kompos hasil pembinaan ini membuktikan bahwa pembinaan kemandirian di Lapas mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan hasil pertanian dan dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," tegas Ade.
Salah seorang petani penerima manfaat kompos, Cakur, mengaku merasakan langsung perubahan pada tanaman padinya setelah menggunakan kompos produksi Lapas Pangkalpinang.
"Tanaman terlihat lebih subur, batangnya lebih kuat, dan hasil panennya juga memuaskan. Kami berharap kompos ini terus diproduksi karena sangat membantu petani," ungkapnya.
Panen perdana tersebut turut dihadiri perwakilan Lembaga Adat Melayu Kota Pangkalpinang, Ustaz Ghozali yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Manba'ul Ulum Tuatunu Indah, bersama Kelompok Tani Desa Rias.
Keberhasilan ini semakin mempertegas komitmen Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif, sekaligus memperluas pemanfaatan kompos hasil karya Warga Binaan sebagai kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sumber: Romainur
Penanggung jawab: Masryadi haya

0 Komentar