Kompos FABA Lapas Pangkalpinang Diuji di Kebun Sawit Binaan Lapas Tanjungpandan, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Sirkular

TANJUNGPADANGViralnews84.com Inovasi kompos berbahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) hasil karya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus menunjukkan perkembangan. Kali ini, kompos tersebut mulai diuji kualitas dan efektivitasnya di kebun kelapa sawit binaan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan yang berada di Desa Cerucuk, Kabupaten Belitung, Kamis (17/7) sore.

Uji coba melalui demonstration plot (demplot) ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan pembuatan kompos FABA yang sebelumnya diberikan kepada Warga Binaan Lapas Tanjungpandan serta Klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tanjungpandan. Kegiatan ini menjadi bentuk replikasi inovasi unggulan Lapas Pangkalpinang dalam mendukung program pembinaan kemandirian di lingkungan Pemasyarakatan.

Pada tahap awal, kompos FABA diaplikasikan pada 10 pohon kelapa sawit sebagai objek pengamatan. Melalui demplot tersebut, peserta tidak hanya mempraktikkan teknik pemberian kompos yang benar, tetapi juga akan memantau perkembangan tanaman untuk mengukur efektivitas kompos sebagai pupuk alternatif yang ramah lingkungan, bernilai ekonomis, dan berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, serta Kepala Bapas Tanjungpandan, Muhamad Irfani. Di hadapan peserta pelatihan, mereka secara simbolis memperagakan pemberian kompos FABA pada tanaman kelapa sawit sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan inovasi pembinaan kemandirian.

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menjelaskan bahwa demplot ini bertujuan menguji efektivitas kompos FABA hasil inovasi Lapas Pangkalpinang terhadap pertumbuhan tanaman sawit di wilayah Belitung.

"Melalui demplot ini kami ingin membuktikan kualitas kompos FABA hasil inovasi Lapas Pangkalpinang. Harapannya, inovasi ini dapat direplikasi guna mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan," ujar Sugeng.

Menurutnya, pengembangan kompos FABA merupakan bagian dari upaya menciptakan program pembinaan yang produktif, inovatif, serta memiliki nilai ekonomi bagi Warga Binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, memberikan apresiasi atas sinergi antara Lapas Pangkalpinang, Lapas Tanjungpandan, dan Bapas Tanjungpandan dalam mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat nyata.

"Pemanfaatan kompos FABA ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan kemandirian, mendukung ketahanan pangan dan ekonomi sirkular, serta memperkuat citra positif Pemasyarakatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Ade.

Senada dengan itu, Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menyambut baik pelaksanaan demplot sebagai tindak lanjut dari pelatihan yang telah diberikan. Ia menilai praktik langsung di lapangan menjadi tahapan penting agar ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan secara maksimal.

"Kami mengapresiasi inovasi Lapas Pangkalpinang yang kini diterapkan di Lapas Tanjungpandan. Demplot ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan pemanfaatan kompos FABA sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan," pungkas Royhan.

Ke depan, hasil pemantauan terhadap 10 pohon kelapa sawit tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan kompos FABA dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Jika hasilnya optimal, kompos inovasi ini direncanakan akan diperluas penggunaannya pada berbagai komoditas pertanian dan perkebunan lainnya.

Melalui inovasi tersebut, Lapas Pangkalpinang tidak hanya menghadirkan program pembinaan berbasis keterampilan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, pengelolaan limbah yang bernilai guna, serta penguatan ekonomi sirkular di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

0 Komentar

Posting Komentar