Kemarau Melumpuhkan Persawahan Di Soppeng, Petani Menjerit! Sumur Bor Diduga Mubazir, Warga Minta Audit Total Seluruh Kelompok Tani

SOPPENG SULSEL Viralnews84.com| Rabu, 22 Juli 2026 – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Soppeng semakin memperparah kondisi sektor pertanian. Sejumlah areal persawahan, khususnya di Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, kabupaten soppeng, mengalami kekeringan akibat tidak adanya pasokan air dari saluran irigasi. Akibatnya, tanaman padi yang sebelumnya diharapkan menjadi sumber penghidupan petani kini mulai mengering dan terancam gagal panen.

Para petani mengaku sudah tidak lagi memperoleh aliran air dari jaringan irigasi. Kondisi ini membuat mereka tidak memiliki pilihan selain pasrah melihat tanaman padi yang telah menghijau kini berubah memerah sebelum masa panen akibat kekurangan air.

Di tengah krisis tersebut, masyarakat juga menyoroti keberadaan sejumlah bantuan sumur bor yang sebelumnya dianggarkan pemerintah di beberapa desa. Menurut warga, banyak sumur bor yang saat ini tidak lagi berfungsi, bahkan ada yang disebut tidak sempat mengalirkan air sebelum akhirnya mati total.

"Kami mempertanyakan efektivitas bantuan sumur bor itu. Kalau akhirnya tidak bisa dimanfaatkan petani, lalu apa gunanya anggaran yang sudah dikeluarkan? Jangan sampai uang negara dari hasil pajak rakyat hanya habis untuk proyek yang tidak memberikan manfaat," ujar salah seorang warga.

Ironisnya, di saat petani sedang berjuang menghadapi ancaman gagal panen, Pemerintah Kabupaten Soppeng diketahui baru menyusun rencana kerja sama dengan PLN terkait penyediaan jaringan listrik untuk kawasan persawahan. Menurut warga, langkah tersebut dinilai belum menjawab persoalan utama yang saat ini dihadapi petani, yakni ketersediaan air untuk menyelamatkan tanaman yang mulai mengering.

"Yang dibutuhkan sekarang adalah air agar tanaman bisa diselamatkan," kata seorang warga lain.

Warga juga menilai penanganan pemerintah terhadap persoalan kekeringan berlangsung lambat. Mereka berharap langkah antisipasi dilakukan sebelum kondisi semakin memburuk dan menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

Masyarakat mengaitkan situasi ini dengan peristiwa tragis yang terjadi pekan lalu, ketika seorang warga meninggal dunia akibat ditebas parang dalam sengketa yang diduga dipicu persoalan pembagian air sawah. Peristiwa tersebut dinilai menjadi peringatan bahwa kelangkaan air bukan hanya berdampak pada hasil panen, tetapi juga berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat apabila tidak segera ditangani.

Masyarakat pun mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap seluruh kelompok tani yang menerima bantuan sumur bor. Audit tersebut dinilai penting untuk mengetahui apakah bantuan telah direncanakan, dikerjakan, dan dimanfaatkan sesuai tujuan atau justru menjadi aset yang terbengkalai.

"Kalau memang tidak punya strategi dan tidak punya nyali memimpin kelompok tani, lebih baik mundur saja dan menjadi anggota biasa. Jangan sampai petani menjadi korban karena lemahnya pengelolaan bantuan," tegas seorang warga.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng tidak menunggu masyarakat turun ke jalan atau berteriak menyampaikan keluhan. Menurut mereka, pemerintah seharusnya lebih cepat melakukan evaluasi, memperbaiki sistem pengairan, memastikan seluruh bantuan pertanian berfungsi sebagaimana mestinya, serta menyusun langkah nyata dalam menghadapi musim kemarau agar persoalan yang sama tidak terus berulang setiap tahun.

Kini, harapan petani hanya satu, yakni kehadiran pemerintah dengan solusi nyata. Sebab tanpa pasokan air yang memadai, ribuan hektare sawah terancam gagal panen dan penghasilan petani pun ikut terancam.


Penulis: Masryadi haya/Red

0 Komentar

Posting Komentar