SOPPENG SULSEL–Viralnews84.com Kondisi tebing di pinggir Sungai Walennae, tepatnya di wilayah Latuawo, Kelurahan Macanre, kecamatan lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan masyarakat.
Pasalnya, sebagian badan jalan yang berada di tepi sungai tersebut mulai mengalami longsor akibat abrasi dan gerusan arus sungai.
Masyarakat mengaku sangat khawatir melihat kondisi tersebut. Apalagi saat musim hujan dan banjir datang, arus Sungai Walennae dikenal sangat deras hingga airnya kerap meluap dan mendekati kawasan permukiman warga.
"Kalau banjir datang, arus sungai sangat deras. Kami khawatir longsor semakin parah dan mengancam jalan maupun rumah warga di sekitar lokasi," ujar seorang warga. Kepada awak media Rabu 17 Juni 2026.
Warga setempat memperkirakan satu kali banjir besar saja dapat mempercepat kerusakan dan menyebabkan badan jalan amblas. Kondisi yang ada saat ini dinilai sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.
Menurut warga, jika tidak segera dilakukan penguatan tebing atau pembangunan talud penahan, abrasi akan terus menggerus badan jalan hingga berpotensi memutus akses transportasi masyarakat.
Masyarakat meminta pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS) selaku instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sungai untuk segera turun tangan melakukan penanganan sebelum kerusakan semakin meluas. Mereka menilai langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar di kemudian hari.
Selain itu, warga juga berharap para anggota DPRD maupun wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan setempat turut berpartisipasi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Menurut mereka, kehadiran wakil rakyat sangat dibutuhkan untuk mendorong percepatan penanganan abrasi yang mengancam keselamatan warga dan infrastruktur jalan.
"Kami berharap para anggota dewan tidak tutup mata terhadap kondisi ini. Sudah saatnya mereka memperjuangkan kepentingan masyarakat di wilayahnya masing-masing, terutama terkait infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga," kata salah seorang warga.
Jalan di kawasan Latuawo diketahui merupakan akses alternatif yang menghubungkan Kelurahan Macanre dengan Desa Kebo serta menjadi jalur pintas menuju Cabbenge. Jalur tersebut sangat penting bagi aktivitas warga karena lebih dekat dan mempercepat mobilitas masyarakat sehari-hari.
Apabila longsor terus meluas hingga memutus badan jalan, akses masyarakat menuju sejumlah wilayah akan terganggu. Selain itu, ancaman abrasi yang semakin mendekati permukiman juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Karena itu, masyarakat mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang segera melakukan kajian teknis dan pembangunan talud pengaman tebing sungai guna mencegah abrasi semakin parah. Penanganan cepat dinilai sangat penting untuk melindungi akses jalan, menjaga keselamatan warga, dan mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang.
"Jangan tunggu sampai jalan putus dan warga terdampak lebih parah. Kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak," tegas warga.
Penulis: Masryadi haya/ Red

0 Komentar