Pertalite Langka, Harga Eceran di Kolaka Timur Tembus Rp24 Ribu per Liter, Warga Minta Pemerintah Bertindak

KOLAKA TIMUR SULTRA|Viralnews84.com  – Senin, 3 Agustus 2026. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah wilayah Kabupaten Kolaka Timur membuat masyarakat semakin terbebani. Berdasarkan fakta di lapangan, harga Pertalite yang dijual oleh pengecer kini bervariasi, mulai dari Rp13.000, Rp17.000, hingga mencapai Rp24.000 per liter.

Kondisi tersebut terjadi di beberapa kecamatan, khususnya Kecamatan Loea dan Kecamatan Ladongi. Di Kecamatan Loea, harga Pertalite eceran dilaporkan berkisar antara Rp13.000 hingga Rp24.000 per liter, tergantung lokasi dan ketersediaan stok. Sementara di Kecamatan Ladongi, harga Pertalite eceran masih berada di kisaran Rp17.000 per liter.

Ironisnya, meski Kecamatan Ladongi berada tidak jauh dari SPBU Ladongi yang berada di Kecamatan Welala, masyarakat tetap harus menghadapi antrean kendaraan yang sangat panjang hampir setiap hari. Banyak pengendara memilih membeli Pertalite di pengecer dengan harga jauh lebih mahal agar dapat tetap bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sejumlah warga mengaku kondisi ini sangat memberatkan, terutama bagi petani, pelaku usaha kecil, dan masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor. Mereka berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan yang terjadi.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, pemerintah provinsi, serta instansi terkait untuk segera turun langsung ke lapangan guna mengecek penyebab antrean panjang di SPBU dan tingginya harga Pertalite di tingkat pengecer. Pengawasan distribusi BBM juga dinilai perlu diperketat agar pasokan tetap tersedia dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mengambil keuntungan berlebihan di tengah kesulitan masyarakat.

Warga berharap ada solusi nyata agar Pertalite kembali mudah diperoleh dengan harga sesuai ketentuan. Mereka menilai pemerintah harus hadir memberikan kepastian distribusi dan pengawasan sehingga masyarakat tidak terus menjerit akibat kelangkaan dan mahalnya harga BBM.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun instansi terkait mengenai penyebab antrean panjang serta tingginya harga Pertalite di tingkat pengecer. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Reporter: Nasrun

0 Komentar

Posting Komentar